Wrote @ Hotel Memberamo, Papua Barat..
Aku belum pernah membayangkan akan bepergian jauh naik pesawat ke daerah yang sama sekali asing di telinga aku, siapapun yang tinggal didalam hiruk pikuk kota besar seperti di Pulau Jawa tidak akan bisa membayangkan situasi di barat Pulau Irian Jaya.
Tapi hari ini, aku merasakan yang namanya Irian Jaya dan melihat suasana yang ada disini…
Tidak berbeda dengan kota besar lainnya, Sorong juga terdapat angkutan kota untuk lalu lalang masyarakat sekitar dalam melakukan peningkatan taraf hidup ekonomi keluarga. Pertama kali datang ke Sorong kebanyakan orang akan berpikir bahwa adat orang timur itu cukup keras jika dipandang dari cara bicaranya, berbeda dengan bahasa Jawa Tengah yang lemah gemulai.
Dengan bahasanya yang cukup keras ditelinga orang Jawa seperti saya, ternyata masyarakat Sorong itu sangat ramah…
Ketika pertama kali sampai di Bandara Dominique Eduard Osok, para porter mulai menyapa dan menawarkan bantuan untuk membawakan barang yang kita bawa dari pesawat, tetapi kulihat ada yang berbeda dari bandara lainnya..
Biasanya yang memerika bagage claim adalah pihak bandara, namun kali ini berbeda…
Yang memeriksa bagage claim adalah para porter tersebut…sembari menawarkan jasa mengangkut barang..
Seorang porter muda berpaling kearahku dan bertanya sesuatu..
“Kakak bisa dibantu nomor barangnya, biar kitorang ambilkan…”
Seingatku ketika transit di Bandara Sultan Hasanudin (Makasar), boarding pass pesawat Merpatiku diminta untuk selanjutnya ditransfer menuju pesawat Express A sehingga nomor bagasi tertinggal di boarding pass yang diambil petugas Merpati di Makasar.
Akhirnya kuceritakan saja kronologis kejadian transfer maskapai di Makasar kepada porter tersebut..bla..bla..bla…
“Yasudah tidak apa kakak, nanti ditunggu saja barangnya terakhir...nanti tinggal diambil saja..
Setelah mendapat penjelasan yang cukup singkat, aku mulai tenang dan bersabar menunggu kedatangan bagasi dari pesawat Merpati dari Makasar yang merupakan pesawatku sebelum ditransfer.
Akhirnya setelah pesawat datang, kuambil tasku dan menuju hotel untuk cek in selama 1 malam..
Dan hari berikutnya, aku menuju ke Pertamina UP VII Kasim – Sorong untuk mengerjakan tugas dari kantor untuk migrasi routing BGP yang akan berlangsung selama beberapa jam saja.
Banyak hal yang menarik di Sorong, diantaranya adalah masalah makanan. Harga makanan di Sorong sangatlah mahal, karena akses kendaraan yang sulit meskipun daerah sorong sangat dekat dengan laut. Bayangkan saja harga 1 piring capcay rebus + nasi putih = Rp.35.000, bagi saya yang masih seorang mahasiswa harga tersebut sangatlah mahal mengingat baha yang digunakan tidaklah semahal yang dibayangkan.
Yang lebih ekstrim lagi, ketika saya memesan Fuyunghay..harganya sama, Rp.35.000. padahal hanya seperti telur dadar yang ditambahkan sedikit udang yang saya rasa tidak jauh berbeda dengan masakan di pulau Jawa.
Tapi karena sudah lapar, “sabodo teuing lah..” yang penting kenyang…





dari sorong sempat jalan-jalan ke tempat wisata apa saja?
By: bara on 2 April, 2012
at 1:53 pm
@ Bara :
Belum jalan2 sih…cuma ke pertamina kasim aja…
soalnya cuma 1 malam disana…
By: Barly Wicaksono on 3 April, 2012
at 4:12 pm
Aq mau nanya donk, tau daerah ini gak???? Jl. Flamboyan kel.klasuluk distrik mariat kab.sorong papua barat,, bantu info*a donk…. Soal”a aq adaa tawaran kerja ksana…. Tapi aq mau tau benar ga keberadaan t4 trsebut,, tq
By: putri on 24 April, 2012
at 9:25 pm
@ Putri :
Wah saya ga tau daerah sorong sana…
soalnya saya cuma didaerah kasim…dekat pertamina sorong…
By: Barly Wicaksono on 25 April, 2012
at 2:38 pm
@ putri : distrik mariat thu ada… krna saya sering mlewati daerah itt.. emng perusahaan apa mbak ??
By: Dahn on 17 May, 2012
at 5:26 am