Posted by: Barly Wicaksono | 5 August, 2011

Pengalaman Kerja Di Pabrik Industri Jepang

Emmm.. saya cuma mau sharing sedikit mengenai pengalaman saya yang amat singkat ketika bekerja pada sebuah pabrik yang notabene milik Jepang. Banyak hal yang saya dapatkan dan hal tersebut benar-benar berbeda dengan apa yang kita bayangkan. Mari kita bahas satu persatu.

Kebudayaan

- Mengucapkan salam -
Hal ini merupakan sesuatu yang benar-benar saya hiraukan pada minggu 1&2 ketika bergabung dengan perusahaan, namun ternyata pegawai yang duduk didepan-pun akan berjalan kebelakang untuk mengucapkan “Ohayou Gozaimasu” kepada orang Jepang yang duduk di bangku belakang..  -_-”  betapa melelahkan…

- Kaizen -
Kaizen merupakan bahasa Jepang yang berarti “perbaikan”, Jepang menjadikan hal ini sebagai prinsip dalam bekerja dimana setiap hari para pekerja mengadakan perbaikan agar hari berikutnya proses menjadi lebih cepat dan lebih baik.

Saya rasa hal ini juga merupakan strategi Jepang agar tidak perlu mahal-mahal membayar konsultan untuk menganalisa kekurangan pada proses pekerjaan yang dilakukan..  :D

- Piket Bersama -
Ya betul sekali, piket disini merupakan nyapu, ngepel, dan bersih-bersih peralatan yang akan digunakan sebelum bekerja oleh karyawan yang bersangkutan.

Saya rasa, hal ini merupakan salah satu strategi Jepang agar tidak perlu menambah Office Boy pada setiap factory yang nantinya berimplikasi pada pengeluaran gaji karyawan tambahan..  :D

- Kursus Bahasa Jepang -
Apakah anda pernah mendengar orang Jepang fasih berbahasa Inggris?, Tentu saja sangat jarang karena dalam bahasa Jepang tidak mengenal yang namanya alphabet (a,b,c,d, dll..). Dalam kegiatan sehari-hari, karyawan dituntut untuk dapat bisa bahasa Jepang (minimal mengerti).

Saya rasa hal ini juga merupakan strategi  orang Jepang, karena mereka bakal kerepotan kalau belajar Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. Oleh karena itu mereka lebih memilih memberikan pelajaran bahasa Jepang kepada karyawannya agar karyawannya dapat berkomunikasi dengan mereka.. :D

Salary (Gaji)

Kalau masalah gaji, memang disini agak berbeda dengan ekspektasi yang diharapkan oleh mahasiswa fresh graduate yang notabene baru memulai meniti karir. Perbedaan sistem penggajian pada perusahaan Jepang adalah Transportasi dan Uang makan ditanggung oleh pihak perusahaan. Sehingga yang kita dapatkan adalah gaji bersih.

Kalau dihitung, biasanya uang transport di kantor standard Jakarta biasanya sebesar 25 Ribu + Makan 30 Ribu. Jika dijumlahkan adalah 55 Ribu selama 1 hari. Sehingga jumlahnya selama 1 bulan adalah sekitar 1 juta. Sementara dengan makan dikantor dan transport disediakan, maka akan menghemat pengeluaran.. :D

Berikut keterangan diatas merupakan pengalaman yang saya dapatkan ketika bekerja di perusahaan Jepang, walaupun hanya sebentar tetapi saya mengerti prosesnya dan juga kelebihan dan juga kekurangannya. *bisa berbeda dgn pabrik lainnya.

—————————————————————————————————————————————————————————————————————-

Inilah dunia kerja Jepang yang sesungguhnya.
http://www.klikunic.com/2010/05/inilah-dunia-kerja-jepang-yang.html

“Setiap hari saya hidup dengan kegelisahan yang mengerikan,” kata Ikezaki, seorang karyawan kontrak yang saat ini kerja dengan gaji ¥75.000/bulan (atau sekitar 7 juta rupiah per bulan). “Ketika saya berpikir tentang masa depan saya, saya jadi tidak bisa tidur di malam hari.”

Berdasarkan data dari pemerintah Jepang, terdapat lebih dari 10 juta orang yang hidup dengan penghasilan kurang dari standard normalnya Jepang yaitu ¥1.600.000/tahun (atau sekitar 155 juta rupiah per tahun).

Mungkin ini semua adalah akibat dari perusahaan-perusahaan Jepang yang lebih mementingkan keuntungan perusahaan dan memanfaatkan keluguan para pekerja baru (yang jelas-jelas tidak punya pilihan lain)

Terciptalah salaryman. Orang-orang yang hidup dengan gaji rendah, kerja setengah mati, tanpa uang lembur, dan tanpa kepastian peningkatan karir meskipun mereka telah bekerja puluhan tahun. Makanya jangan heran ketika kamu melihat banyak karyawan Jepang yang tertidur pulas di kereta ketika mereka menuju pulang ke rumah. Mereka terlalu lelah.


Kata salaryman sendiri diambil dari bahasa Inggris, yaitu salary (gaji) dan man (orang), jadi salaryman artinya adalah orang yang hidupnya 100% tergantung dari gaji. Mereka kalo sampai dipecat rasanya dunia kiamat. Kalo di Indonesia, ini sama dengan bangsawan = bangsa karyawan.
Saking stressnya, tercipta satu kata baru yang terkenal di dunia pekerja Jepang untuk menggambarkan betapa kerasnya kerja di Jepang, yaitu karoshi.

Apa itu karoshi?

Karoshi artinya “mati di kerja” atau kematian karena stress pekerjaan. Halusnya berarti “meninggal karena setia dan mengabdi kepada perusahaan”. Kematiannya bisa karena kecelakaan di tempat kerja, kematian karena terlalu lelah (kesehatannya menurun jauh), ataupun karena bunuh diri karena stress kerja.

Saking seriusnya masalah ini, pemerintah Jepang telah mencoba berbagai cara untuk mengatasinya. Mulai dari menyediakan nomor telepon darurat untuk menerima keluh-kesah para salaryman, buku petunjuk untuk mengurangi stress, sampai mensahkan undang-undang yang memberikan sejumlah uang (asuransi) ke para janda dan anak-anak yang ditinggal mati karena karoshi.

Menurut data pemerintah, dari 2.207 kasus bunuh diri pada tahun 2007, 672-nya adalah karena pekerjaannya terlalu banyak. Kasus karoshi yang terkenal adalah kasus kematian Kenichi Uchino pada tahun 2002, seorang manager quality-control berusia 30 tahun yang bekerja di perusahaan otomotif terbesar di dunia, Toyota.

Kenichi dikabarkan bekerja lembur selama 80 jam setiap bulan selama 6 bulan lamanya tanpa dikasih uang lembur atau bonus tambahan apapun. Dia akhirnya jatuh pingsan di tempat kerjanya dan dilarikan ke rumah sakit, yang kemudian membawanya ke akhirat.

McDonald’s Jepang pun terkena masalah ini. Salah seorang manager restorannya jatuh sakit dan meninggal karena bekerja lembur tanpa bayaran apapun.

Mau gak mau, karena tekanan publik, Toyota dan McDonald’s akhirnya memutuskan akan memberikan uang lembur bagi yang ingin bekerja lembur dan menyediakan fasilitas kesehatan yang lebih baik.

Para salaryman ini sebenarnya niatnya baik, yaitu ingin memajukan perusahaannya. Ditambah lagi dengan kebudayaan Jepang yang selalu menekankan disiplin tinggi, mereka berpikiran bahwa dengan bekerja lebih lama dan lebih keras daripada karyawan lain dan tanpa meminta bayaran apapun, boss mereka bisa memberikan posisi yang lebih baik. Tapi kenyataan, TIDAK!!..
Dan jadwal seorang salaryman bisa disimak sebagai berikut

06:30 = bangun dari tempat tidur
07:30 = berangkat ke kantor (jalan kaki / naik sepeda / subway)
08:50 = harus tiba di kantor
09:00 = meeting pagi dengan supervisor
09:10 = mulai kerja
12:00 = makan siang (bento / kantin / restoran terdekat)
13:00 = mulai kerja lagi
17:00 = lembur dimulai (biasanya tanpa uang lembur)
20:30 = pesta nomikai (kalau ada)
21:30 = pulang ke rumah (jalan kaki / naik sepeda / subway)
22:30 = sampe rumah, nonton TV, baca koran
23:00 = tidur

Ulangi terus dari Senin-Jumat.
Sabtu biasanya pulang lebih awal (kalau ada lembur, kerja seperti biasa).
Minggu libur (kalau ada lembur, kerja seperti biasa).

Peraturan di kantor:
#1. Kalau atasan bilang bumi berbentuk kotak, maka bumi bentuknya kotak.
#2. Kalau dia berubah pikiran, maka bumi juga bentuknya berubah.
#3. Lupakan apa kata pelanggan. Boss adalah raja.
#4. Karyawan baru? Boss adalah Tuhan.
#5. Membungkuk. Membungkuk. Membungkuk.

About these ads

Responses

  1. Ngeri bener gan. Sy jg lagi kerja di jepang, alhamdulillah lancar2 aja :D

    • @ Wiguna :
      Yes gan,,,, situ cobain donk di indonesia.. :D


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,520 other followers

%d bloggers like this: