OSPF

25 11 2009

Open Shortest Path First (OSPF) is a dynamic routing protocol for use in Internet Protocol (IP) networks. Specifically, it is a link-state routing protocol and falls into the group of interior gateway protocols, operating within a single autonomous system (AS). It is defined as OSPF Version 2 in RFC 2328 (1998) for IPv4.[1] The updates for IPv6 are specified as OSPF Version 3 in RFC 5340 (2008).[2]

OSPF is perhaps the most widely-used interior gateway protocol (IGP) in large enterprise networks; IS-IS, another link-state routing protocol, is more common in large service provider networks. The most widely-used exterior gateway protocol is the Border Gateway Protocol (BGP), the principal routing protocol between autonomous systems on the Internet.(wikipedia)

Kali ini saya akan memposting tutorial Dynamic Routing Protocol yaitu OSPF. OSPF merupakan singkatan dari Open Shortest Path First, dari artinya saja kita dapat mengartikan secara tidak langsung dari makna secara bahasa. Open = Terbuka, dimana Protokol ini terbuka bagi siapa saja.

OSPF merupakan sebuah routing protokol berjenis IGP(Internal Gateway Protocol) yang hanya dapat bekerja dalam jaringan internal suatu organisasi atau perusahaan. Jaringan internal maksudnya adalah jaringan di mana Anda masih memiliki hak untuk menggunakan, mengatur, dan memodifikasinya. Atau dengan kata lain, Anda masih memiliki hak administrasi terhadap jaringan tersebut. Jika Anda sudah tidak memiliki hak untuk menggunakan dan mengaturnya, maka jaringan tersebut dapat dikategorikan sebagai jaringan eksternal.
OSPF merupakan routing protokol yang menggunakan konsep hirarki routing, artinya OSPF membagi-bagi jaringan menjadi beberapa tingkatan. Tingkatan-tingkatan ini diwujudkan dengan menggunakan sistem pengelompokan area.

Langsung menuju tutorialnya :





Creating NAT dan Bridging @ Bisnis Indonesia

20 10 2009

Setelah dari troubleshooting komputer karyawan royalindo yang tidak dapat terkoneksi dengan jaringan intranet perusahaan dari pukul 09.00 – 10.20, kemudian  saya kembali ke kantor alias basecamp. Namun, pada pukul 11.00 lagi – lagi diajak mas dedi untuk troubleshooting router dan switch milik salah satu media cetak di Indonesia (Bisnis Indonesia) yang berada di daerah dekat TPU karet Bivak yaitu KH.Mas Mansyur.

Disana, kami dapat perintah untuk :

1. Membuat NAT untuk menambah jumlah koneksi user intranet perusahaan.

2. Router Bridging, dimana 2 Router yang memisahkan antara Public dan Local, akan disatukan melalui Bridging sehingga  menjadi 1 network dengan network lokal perusahaan, sehingga IP yang digunakan untuk akses internet adalah IP Public.

Berikut adalah Print screen dari job yang telah dilakukan.

…selanjutnya…





VLAN based on port

16 10 2009

A virtual LAN, commonly known as a VLAN, is a group of hosts with a common set of requirements that communicate as if they were attached to the Broadcast domain, regardless of their physical location. A VLAN has the same attributes as a physical LAN, but it allows for end stations to be grouped together even if they are not located on the same network switch. Network reconfiguration can be done through software instead of physically relocating devices. (wikipedia)

VLAN (Virtual LAN) merupakan suatu model jaringan yang tidak terbatas pada lokasi fisik seperti LAN , hal ini mengakibatkan suatu network dapat dikonfigurasi secara virtual tanpa harus menuruti lokasi fisik peralatan. Atau dapat dikatakan VLAN  berfungsi membagi Broadcast Domain suatu network

Cisco Catalyst

Cisco Switch Catalyst

VLAN diklasifikasikan berdasarkan metode (tipe) yang digunakan, baik menggunakan port, MAC addresses dsb. Semua informasi yang mengandung pengalamatan suatu vlan (tagging) di simpan dalam suatu database (tabel), jika penandaannya berdasarkan port yang digunakan maka database harus mengindikasikan port-port yang digunakan oleh VLAN.

Untuk mengaturnya maka biasanya digunakan switch/bridge yang manageable atau yang bisa diatur. Switch/bridge inilah yang bertanggung jawab menyimpan semua informasi dan konfigurasi suatu VLAN. Switch akan menentukan kemana data-data akan diteruskan dan sebagainya. atau dapat pula digunakan suatu software pengalamatan (bridging software) yang berfungsi mencatat/menandai suatu VLAN beserta workstation yang didalamnya. Untuk menghubungkan antar VLAN dibutuhkan router. Dalam kasus ini kita menggunakan switch yang dapat berjalan di layer 2 & 3 sehingga tidak membutuhkan router.

Kali ini saya akan menggunakan packet tracer sebagai simulator, dalam kasus ini akan dibuat sebanyak 2 VLAN. Dan setiap client yang terhubung VLAN tertentu, tidak dapat terkoneksi dengan komputer pada network yang berbeda VLAN.

…selanjutnya…





Configure Controller E1

16 10 2009

E1 atau sirkuit E-1 (Inggris: E-carrier) adalah nama format transmisi digital dengan 30 kanal suara digital berkecepatan 2,048 megabit per detik. E1 merupakan standar yang dipakai di Eropa dan Indonesia. Standar E1 ini ekivalen dengan standar T1 yang dipakai di Amerika. Data maksimum yang dapat di lewatkan pada media trasmisi E1 adalah 2 Mb, dengan membagi ke 32 slot dengan masing – masing 64 kb.

Modul Controller E1

Modul Controller E1

Perbedaannya dengan T1 adalah, T1 menggunakan 24 kanal suara digital dengan kecepatan 1,554 megabit per detik. Saluran ini berbentuk saluran telepon khusus dan digunakan pada awalnya untuk sambungan trunk antar sentral telepon, namun sekarang mulai banyak disewakan oleh perusahaan telekomunikasi untuk jalur komunikasi data.

Setelah memahami seluk-beluk E1, saat ini akan dilanjutkan ke setting controller E1.

..selanjutnya





EIGRP

20 09 2009

Enhanced Interior Gateway Routing Protocol – (EIGRP) is a Cisco proprietary routing protocol loosely based on their original IGRP. EIGRP is an advanced distance-vector routing protocol, with optimizations to minimize both the routing instability incurred after topology changes, as well as the use of bandwidth and processing power in the router. Routers that support EIGRP will automatically redistribute route information to IGRP neighbors by converting the 32 bit EIGRP metric to the 24 bit IGRP metric. Most of the routing optimizations are based on the Diffusing Update Algorithm (DUAL) work from SRI, which guarantees loop-free operation and provides a mechanism for fast convergence.

EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) adalah routing protocol yang hanya di adopsi oleh router cisco atau sering disebut sebagai proprietary protocol pada cisco. Dimana EIGRP ini hanya bisa digunakan sesama router cisco saja. Bagaimana bila router cisco digunakan dengan router lain seperti Juniper, Huawei, dll menggunakan EIGRP ??? Seperti saya telah katakan diatas, EIGRP hanya bisa digunakan sesama router cisco saja.

EIGRP sering disebut juga hybrid-distance-vector routing protocol, karena EIGRP ini terdapat dua tipe routing protocol yang digunakan, yaitu:

- distance vector, dan
- link state.

Tutorial kali ini masih menggunakan packet tracer sebagai simulator.

Gambar topologinya sebagai berikut :

…selanjutnya…