Posted by: Barly Wicaksono | 17 September, 2010

Static Routing di Cisco

Routing statis merupakan jenis routing yang pendaftaran jaringannya dilakukan secara manual oleh seorang administrator jaringan komputer. Routing statis merupakan protokol routing yang dilakukan secara manual dengan menambahkan rute-rute di routing table dari setiap router. Routing statis biasanya digunakan untuk jaringan dengan skala yang kecil. Apabila kita memiliki jaringan dengan skala yang besar maka menggunakan routing dinamis.

Gambar dibawah ini merupakan contoh routing statis:

Static Routing

Static Routing

Ada 2 network, yang pertama ditandai dengan garis merah, dan kedua dengan garis hitam. Analogi untuk menghubungkan kedua jaringan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Network pada daerah yang ditandai Daerah Garis Hitam, datanya dibawa keluar melalui router tengah menggunakan interface yang berhubungan dengan Daerah Garis Merah. begitu pula sebaliknya.

Contoh :

  • Network 20.20.20.0 menuju 10.10.10.0 melalui int fa0/0.
  • Network 10.10.10.0 menuju 20.20.20.0 melalui int fa0/1.

Berikut pola konfigurasinya pada router cisco :

  • Kiri(config)#ip route 20.20.20.0 255.255.255.252 10.10.10.1
  • Kanan(config)#ip route 10.10.10.0 255.255.255.252 20.20.20.1

Intinya, pola penulisannya adalah “Router(config)#ip route network_seberang netmask ip_add_interface_yang_berhubungan”
Berikut hasil routing tabelnya :

Kanan

Kanan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: