Posted by: Barly Wicaksono | 20 October, 2010

Kabel E1 dan DDF

Lagi sore-sore nunggu temen pulang buat bukain rumahnya yang dikunci *soalnya dateng ga bilang2*, eh teringat pada masa ngerjain proyek DCN. Dulu yang namanya tutorial mengenai DDF dan kabel E1 sangat-sangat sedikit yang mengetahui dan menuliskannya, bagaimana cara penggunaannya,tipenya dan bentuknya bagaimana tidak ada yang tahu pasti.

Saya cuma ingin sharing pengetahuan yang saya dapatkan ketika mengerjakan proyek DCN di salah satu perusahaan telkomunikasi terbesar di Indonesia.

Oke, langsung saja pada intinya…

E1 atau sirkuit E-1 (Inggris: E-carrier) adalah nama format transmisi digital dengan 30 kanal suara digital berkecepatan 2,048 megabit per detik. E1 merupakan standar yang dipakai di Eropa dan Indonesia. Standar E1 ini ekivalen dengan standar T1 yang dipakai di Amerika, dengan perbedaan T1 menggunakan 24 kanal suara digital dengan kecepatan 1,554 megabit per detik.

Saluran ini berbentuk saluran telepon khusus dan digunakan pada awalnya untuk sambungan trunk antar sentral telepon, namun sekarang mulai banyak disewakan oleh perusahaan telekomunikasi untuk jalur komunikasi data.

Dibawah ini merupakan gambar kabel UTP E1 alias RJ48, dan sebagai pembandingnya saya sertakan kabel UTP RJ45 alias Fast Ethernet :

RJ45 & E1

Kiri RJ45 & Kanan E1

RJ45 & E1

RJ45 & E1

Dari gambar diatas dapat kita lihat perbedaannya yang sangat mencolok, yaitu dari sisi:

  1. Jumlah Kabel
  2. Warna Kabel

Disebelah kiri adalah kabel UTP RJ45 yang memiliki jumlah 8 kabel dan 2 tipe warna(belang & polos), sedangkan disebelah kanan adalah kabel E1 yang berjumlah 4 kabel dan dilapisi kertas alumunium yang kemudian baru dibungkus serat kawat tipis yang melingkari isi keseluruhan kabel.

Sedangkan DDF adalah :
DDF adalah perangkat distribusi, antara multiplekser digital dan perangkat tukar menukar yang digunakan antara multiplexersequipment digital atau peralatan non layanan suara, melaksanakan fungsi-fungsi seperti koneksi kabel, kabel patch dan uji loop yang mentransmisikan sinyal digital.

DDF LSA+

DDF LSA+ K52

DDF LSA+

DDF LSA+ K52

DDF berfungsi sebagai alat untuk me-loop kan koneksi antara TX dan RX dari kabel E1 dalam bertukar data. Dalam protokol persinyalan, akan ada TX (input) dan RX (output), kedua hal tersebut harus terhubung dalam 1 garis karena RX (output) dari provider akan menuju kepada TX (input) customer yang menggunakan fasilitas ini. Untuk meng-cross kan sinyal TX (input) dan RX (output), maka digunakanlah DDF.

Mengapa DDF berikut saya berikan judul DDF LSA+ ?, karena memang jenis DDF ini adalah LSA+ seperti yang anda lihat gambar samar-samar disebelah sisi kanan. Sedangkan jenis DDF itu sendiri ada 2 yaitu :

  1. K52
  2. K57

Untuk yang jenis K52 sudah saya tampilkan seperti gambar diatas, sedangkan K57 saya tidak punya alatnya…:D

Gambar dibawah ini adalah alat untuk meng-cross connect  kabel E1 pada DDF.

Krone K52

Krone K52

DDF Krone

DDF Krone

Mengapa saya membahas DDF dan E1 tersebut secara bersamaan?, jawabannya dapat anda lihat dibawah ini :

Crossconnect

Crossconnect

Ya betul, kabel UTP E1/RJ48 digunakan sebagai jalur data, sedangkan DDF adalah alat untuk mempertemukan antara TX (input) dan RX (output) dengan cara mempertemukan sisi kabel E1 yang berbeda.

Caranya adalah :

Client Machine

Router

1.

2.

3.

4.

Putih

Coklat

Hijau

Kuning

Hijau

Kuning

Putih

Coklat

* 1-4 : Nomor urutan kabel pada jack UTP.
* Baik client maupun router, dapat menggunakan warna milik lawan asal tetap seperti diatas.
Warna yang ada pada kabel UTP E1 alias RJ48, dikoneksikan seperti tabel diatas agar dapat terhubung dengan baik.

Demikian penjelasan saya semoga bermanfaat.


Responses

  1. Having read this I believed it was extremely informative.
    I appreciate you taking the time and effort to put this article
    together. I once again find myself spending
    a lot of time both reading and posting comments. But
    so what, it was still worth it!

  2. misi gan, agan tau cara” cross connect bts secara lengkap gak gan?

  3. thankzz🙂

  4. DDF K52 sepertinya bukan gitu deh Gan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories