Posted by: Barly Wicaksono | 14 January, 2011

Tukang Becak Yang Menyedihkan

Hari ini, aku diberi tugas oleh kantor (not permanent) untuk pergi ke 5 kota di Indonesia yang masing-masing terpisah satu sama lain. Hari pertama tugasnya adalah menuju indramayu. Karena tidak ada kereta menuju indramayu, jadinya ke cirebon dulu deh naik kereta setelah itu disambung dengan angkot menuju indramayu yang disebut ‘ELF’. Disebutnya ELF karena memang mobilnya merupakan pabrikan mobil isuzu bermerek ELF.

Sesampainya di indramayu, angkotku dimasuki oleh tukang becak yang mencari penumpang yang ingin turun di indramayu tepat di depan gedung DPRD Indramayu.

Becak driver : “mas, mau kemana..?, indramayu ya..hayu naik becak bae mas…”

Aku : “ke jalan DI.Panjaitan tau pak?”

Becak driver : “saya tau mas..udah hayu naik becak saya dulu aja..”

Akhirnya aku turun dengan tukang becak yang menawariku tadi, sepanjang jalan, ngobrol dengan tukang becak..dijelaskanlah ini apa, itu apa…nama jalannya…dan lain2..

Akhirnya aku menuju hotel yang kunilai “8” di kota indramayu ini, namanya adalah “Wiwi Perkasa” di Jln. D.I Panjaitan 44
(+62-234-275505, 272339 / +62-234-272339). Bukan sponsor lho…ni cm mau kasih tau aja..hehehe, apa bedanya..😀

Setelah check-in tapi ga pake foursquare, kuajak sang driver mencari makan di daerah sekitar hotel dan dibawalah aku ke rumah makan nasi rames.

Aku : “ayo pak sekalian kita makan..bareng ajah, saya bayarin..gpp pak”

Akhirnya saya dan driver duduk satu meja, dan saya bertanya tentang keluarga dan lain-lain.

Sang driver becak bercerita tentang keluhannya tentang hidupnya yang memiliki 4 anak kandung dan 2 anak tiri…

Mendengar cerita itu, aku jadi terenyuh..tapi kulanjutkan makan hingga selesai dan bapak driver tersebut juga selesai makan. Tetapi, setelah selesai makan ada hal yang aneh…

Sang driver becak bertanya : “mas, ada rokok gak?”

Aku : “Saya ga ngerokok pak…”

Dia menanyakan satu hal yang paling saya benci dari seseorang yang kurang mampu…yaitu “ROKOK”.

Bagaimana bisa, dengan 6 anak hidup pas-pasan dan 1 orang istri..tapi tidak mau mengurangi pengeluaran untuk merokok?

Kalau dihitung, 1 bungkus rokok = Rp.6000 , sedangkan pendapatannya maksimum Rp.30.000..jadi untuk keluarganya RP.24.000.

Entah kenapa orang-orang begitu suka dengan rokok ketika mereka kesulitan dan mengeluh dengan ekonominya. Coba saja dia berhenti merokok, dan bisa menabung Rp.6000 x 30 hari = 180.000.

Jumlah yang banyak bukan?, kenapa mereka tidak berpikir sampai demikian jauh?…malah menyalahkan orang lain dengan berkata ini..itu…

Akhirnya ketika sampai hotel lagi, aku turun dari becak untuk membayar…dan berkata..

Aku : “ni pak duitnya, jangan dpake ngerokok lagi pak..kasian anaknya..”

Aku ga yakin si driver akan berhenti ngerokok, soalnya namanya udah ngerokok ga mudah buat berhenti..sama aja kaya narkoba tapi versi murah..

Mudah2an sang driver becak tak cuma bisa mengeluh dengan nasibnya, tapi mencari jalan keluar berusaha menghentikan kebiasaan buruknya dan menabung untuk anaknya di masa depan..

amin.


Responses

  1. ane setuju banget gan
    dikota ane, ada peminta2 yg ngerokok, bener2 menyedihkan

    • @ Sayachan :
      Yoi gan, terlepas masalah halal atau haram…
      Merokok itu tetap memberatkan kantong pemakainya…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: