Posted by: Barly Wicaksono | 23 December, 2011

Buat yang mau resign, tapi masih ragu – ragu ….

Pagi-pagi baca kaskus, dan saya membuka threat yang cukup menarik. Setelah membaca sampai selesai, kok kayaknya tulisan ini mirip sama perjalanan saya ketika mencari kerja ya?. Saya rasa cerita ini menarik dan patut dibaca untuk engineer-engineer yang berada di perusahaan Jepang seperti saya dahulu. Alhamdulillah Allah memberikan rezeki yang lebih baik untuk saya dan keluarga saya.ūüôā

Berikut ceritanya :

—————————————————————————————————————————————————————————–

Alkisah ada seorang engineer kenthir bernama Prayitno, ST yang bekerja di pabrik manufaktur elektronik Jepang, ini orang baru aja lolos tes perusahaan BUMN yang mengelola gas alam (jelas gede duitnya) dan mau resign, berikut ini perdebatannya dengan manajernya kita singkat saja ya,

Manajer = M
Prayitno = P

M : Edan kowe yo Prayitno, lagi S-2 sudah mau resign, dimana morality kamu?

P : Morality saya ikut berlari bersama morality perusahaan, yang nyuruh karyawannya lembur2 melebihi aturan pemerintah sampe sakit tapi tunjangan kesehatan nggak full.

M : Sebenernya mau kamu apa? Dimana2 kerja itu sama. Saya sudah menjalani 2 company sebelum ini.

P : Karena kerja dimana2 itu sama, makanya saya nggak ragu untuk resign¬†Pak, wong sama saja kok, cuma reward-nya yang beda tho…. ya saya pilih¬†yang reward-nya lebih.

M : Kenapa kamu nggak mencoba profesional disini saja, kalau alasannya reward, kan nanti karir serta salary kamu juga bakal naik kalau kamu bertahan

P : Kenapa saya harus nunggu, Kalau ada company yang nawarin itu sekarang?.

M : Tapi sayang sekali, saya pandang kamu yg paling berpotensi diantara yang lain

P : Bapak sudah ngomong gitu ke semua engineer yang resign sebelum saya.

M : Tidak, ini serius, kamu memiliki potensi besar, disini kamu bisa sukses! Daripada kamu memulai lagi dari bawah di company lain yang belum ketahuan ntar disana kamu bakal sukses ato nggak

P : Disini juga sama saja saya belum tahu bakal sukses apa nggak,¬†wong namanya masa depan kok. Sama2 nggak ketahuan, tapi yang satu awalannya¬†lebih baik, ya pilih yang lebih baik donk……

M : Maksud kamu lebih baik itu apa? Money? Uang itu bukan segala2nya

P : Kalau memang begitu ngapain company costdown gaji saya, apa artinya uang segitu untuk mempertahankan eksistensi engineer.

M : Kita kan tidak hanya mengejar uang. Kalau orientasi kamu hanya¬†uang, kamu hanya mengejar “live”. No difference with kambing. Bekerja hanya¬†untuk bertahan hidup. Kamu itu engineer!!!! Harus berorientasi pada yang¬†lebih mulia, bekerja untuk berkarya, untuk mengembangkan diri

P : Saya pengennya seperti itu, makanya saya resign. Gimana saya mau¬†lepas dari orientasi “live” kalau tiap bulan saya harus pusing mikir bayaran¬†kost, pulsa, makan, ngirim ortu, nabung buat merit. Naaaa sekarang ada¬†company yang nawarin itu, salary yang membuat saya tenang, tak berpikir lagi¬†tentang “live existency”. So, boleh donk saya ambil untuk menaikkan derajat¬†pekerjaan saya.

M : Prayitno…. kalau kamu ngejar yang lebih baik, nggak akan¬†habis2…. selalu ada yang lebih baik. Saya sudah mengalaminya di 2 company¬†terdahulu.

P : Memang nggak bakal habis pak…. karena itu, ngapain saya habisin¬†disini? Mending saya terus2an dapat yang lebih baik sampe berhenti karena¬†capek. Lagian Bapak juga nyatanya bisa berhenti kan?

M : Nyatanya itu si pak Bambang bisa sukses disini sampe level Director, itu karena dia sabar disini.

P : Pantesan pak Bambang tampangnya kaya gitu. Dah nyingkirin berapa orang dia pak buat ke posisi itu? Iya jabatan-nya sech Director, tapi mobilnya sama dengan manajer di company baru saya. Mendingan saya jadi GM disana donk daripada jadi director disini

M : Inilah yang membuat bangsa kita nggak maju2. Oportunis. Orang Jepang maju karena loyal.

P : Loyalitas itu kata2 pembenaran buat ngegaji orang dibawah level pendidikannya pak. Betul jepang itu maju. Tapi lihatlah, terjadi ketimpangan karir antara lelaki dan wanita. karena lelakinya gila kerja semua. Mereka jarang menemui anaknya. Akibatnya istri2 mereka harus mengimbanginya, Ngalah keluar dari kerja buat nambal waktu bapak yang hilang untuk anak2nya karena bokapnya lebih cinta kerja daripada mereka. Tanya dech sama cewek jepang, lelaki jepang itu paling nggak romantis. Cewek bawa tas berat saja dicuekin

M : Tapi dimana responsibility kamu?

P : Responsibility itu apa pak? Perasaan dulu saya pernah punya. Pas awal2 masuk disini, tapi kata2 itulah yang dijadikan pembenaran untuk menindas saya. Atas nama responsibility, saya mengorbankan kesehatan untuk ketepatan schedule launching produk yang jelas2 merupakan percepatan uang masuk ke kantong pemilik saham. Betul, manusia harus punya responsibility. Apa responsibility paling utama? Keluarga !!. Anak dan istri adalah amanah dari Yang Diatas.

M : Kamu kurang bersyukur, masih banyak orang yang susah dapet kerjaan

P : Saya sudah diterima Pak. Itu rejeki dari Yang Diatas, Kalau nggak saya ambil, itu yang namanya nggak bersyukur. Yang Diatas itu tahu betul kebutuhan kita. Makanya Dia memberi saya kerjaan baru. Mungkin karena kebutuhan saya meningkat. Selain itu, Yang Diatas juga memberi pekerjaan pada satu orang pengangguran yang akan menggantikan posisi saya disini setelah resign.

M : EDAN KOWE PRAYITNOOOOO! !!!! Nek ngono aku yo melu resign……

P : Raiso pak…. anda sudah tua dan cuma bisa ngelamar ke yang sesuai¬†background anda. Parahnya, ¬†cuma terbatas di sesama manufaktur elekronik pula hehehee..Ngelu,¬†ngelu sampeyan pak……….

—————————————————————————————————————————————————————————————————————-

Intisari dari cerita diatas adalah :

  1. Jangan pernah takut untuk resign, apa yang kita bayang kan belum tentu sesuai dengan kenyataan. Banyak orang yang “takut” resign karena mereka pikir tidak akan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.
    • ¬†Jika anda percaya diri dengan kemampuan anda, pasti anda tidak ragu untuk resign jika sudah mendapat tawaran yang lebih baik. Lain cerita jika anda “no-skill”, kalau begitu sih diterima kerja aja udah¬†syukur.
  2. Inilah yang membuat bangsa kita nggak maju2 karena oportunis (suka pindah-pindah). Orang Jepang maju karena loyal.
    • Loyalitas itu kata2 pembenaran buat “ngegaji orang dibawah level¬†pendidikannya“. Betul jepang itu maju. Tapi lihatlah, terjadi ketimpangan¬†karir antara lelaki dan wanita karena lelakinya gila kerja semua.¬†Mereka¬†jarang menemui anaknya. Akibatnya istri2 mereka harus mengimbanginya, mengalah¬†keluar dari kerja buat nambal waktu sosok bapak yang hilang untuk anak2nya karena bapaknya lebih cinta kerja daripada mereka. Tanya dech sama cewek jepang,¬†lelaki jepang itu paling nggak romantis. Cewek bawa tas berat saja dicuekin.

Responses

  1. nice info gan…

    gw pernah baca nih artikel….
    ini cocok buat bos2 kita,,:p

    • @ Wiwid :
      Yoi gan, ane cop-pas dari kaskus…ūüėÄ

  2. setuju gan… gmn menurut agan klw pindah antar bumn?

  3. Sama gan… bikin muak rasanya…
    Doakan ane bisa lulus n kerja di pertamina ya gan…

  4. Sama gan… bikin muak rasanya…
    Doakan ane bisa lulus n kerja di pertamina ya gan…
    Apalagi sibos yang ga pernah lht dunia luar,, tu perusahaan udh segalanya menurut dia..

    • @ Jieterz : Sabar gan… tetep berusaha aja…

  5. kerjaan ini adalah satu2nya penghasil uang untuk aku kuliah dan kerjaan ini juga yg menerima saya bekerja sambil kuliah, terus keputusan apa yg harus aku ambil??


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: